Waterfall Chart PowerBI

Mengungkap Kisah di Balik Angka dengan Waterfall Chart di Power BI

Waterfall chart di Power BI adalah visualisasi data yang unik dan powerful, sering disebut juga sebagai bridge chart atau flying bricks chart. Visualisasi ini menampilkan perubahan nilai secara bertahap dari titik awal hingga titik akhir, memberikan gambaran jelas tentang bagaimana nilai tersebut dipengaruhi oleh serangkaian penambahan dan pengurangan. Setiap perubahan direpresentasikan sebagai blok vertikal yang “mengambang”, sehingga mudah untuk melihat kontribusi positif dan negatif terhadap nilai akhir.

Kapan Menggunakan Waterfall Chart?

Waterfall chart sangat ideal digunakan ketika Anda ingin:

  • Menganalisis perubahan bertahap: Misalnya, melihat bagaimana laba bersih perusahaan dipengaruhi oleh pendapatan, biaya produksi, biaya operasional, dan pajak.
  • Mengidentifikasi faktor pendorong: Menentukan faktor-faktor yang paling berkontribusi terhadap perubahan nilai, baik itu peningkatan atau penurunan.
  • Memahami alur nilai: Memvisualisasikan bagaimana nilai berubah melalui serangkaian tahapan atau proses.
  • Menjelaskan varians: Menganalisis perbedaan antara dua titik data, misalnya membandingkan penjualan tahun ini dengan tahun lalu.

Cara Membuat Waterfall Chart di Power BI:

  1. Siapkan Data: Data Anda harus terstruktur sedemikian rupa sehingga menunjukkan nilai awal, nilai akhir, dan serangkaian perubahan nilai.
  2. Buka Power BI Desktop: Buka Power BI Desktop dan import data Anda.
  3. Pilih Visualisasi Waterfall Chart: Di panel Visualisasi, klik ikon Waterfall chart.
  4. Tambahkan Field ke Visualisasi:
    • Category: Seret kolom yang merepresentasikan kategori perubahan (misalnya, pendapatan, biaya) ke field Category.
    • Breakdown (Opsional): Jika Anda ingin menambahkan detail lebih lanjut pada setiap kategori, seret kolom yang merepresentasikan subkategori (misalnya, jenis pendapatan, jenis biaya) ke field Breakdown.
    • Values: Seret kolom yang berisi nilai perubahan ke field Values.

Contoh Penggunaan Waterfall Chart:

Contoh 1: Analisis Laba Rugi

Misalnya, Anda ingin menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih perusahaan. Waterfall chart dapat menunjukkan bagaimana laba bersih diperoleh dari pendapatan, dikurangi biaya produksi, biaya operasional, dan pajak.

Contoh 2: Analisis Perubahan Penjualan

Anda dapat menggunakan waterfall chart untuk membandingkan penjualan tahun ini dengan tahun lalu, dan mengidentifikasi kategori produk yang paling berkontribusi terhadap peningkatan atau penurunan penjualan.

Tips untuk Membuat Waterfall Chart yang Efektif:

  • Gunakan warna yang kontras: Gunakan warna yang berbeda untuk menunjukkan peningkatan (misalnya, hijau) dan penurunan (misalnya, merah).
  • Berikan label yang jelas: Pastikan setiap kategori dan nilai perubahan memiliki label yang mudah dipahami.
  • Urutkan kategori secara logis: Urutkan kategori berdasarkan urutan perubahan nilai atau berdasarkan kepentingan.
  • Tambahkan total nilai: Tampilkan total nilai awal dan nilai akhir pada chart untuk memberikan konteks.

Fitur Tambahan Waterfall Chart di Power BI:

  • Conditional formatting: Memberikan warna yang berbeda pada blok berdasarkan kondisi tertentu.
  • Tooltip interaktif: Menampilkan informasi detail tentang setiap kategori ketika kursor diarahkan ke blok.
  • Drill down: Menelusuri data lebih detail pada setiap kategori.

1. Mengelola Data dengan Efektif:

  • Data Transformasi: Seringkali, data mentah Anda belum siap untuk langsung digunakan pada waterfall chart. Anda mungkin perlu melakukan transformasi data terlebih dahulu, misalnya menghitung selisih antar periode, menggabungkan kategori, atau membuat kolom baru untuk menunjukkan jenis perubahan (increase/decrease). Power Query di Power BI menyediakan berbagai tools untuk melakukan transformasi data ini.
  • Data Hirarki: Jika data Anda memiliki struktur hirarki (misalnya, kategori dan subkategori), manfaatkan fitur “Breakdown” pada waterfall chart untuk menampilkan detail perubahan pada setiap level hirarki. Ini memungkinkan Anda untuk menganalisis data secara lebih mendalam.

2. Memaksimalkan Conditional Formatting:

  • Rules yang Fleksibel: Power BI memberikan fleksibilitas tinggi dalam menentukan aturan conditional formatting. Anda dapat menggunakan aturan berdasarkan nilai, aturan berdasarkan peringkat, atau aturan berdasarkan field lain. Misalnya, Anda dapat mengatur warna blok berdasarkan persentase perubahan, memberikan warna yang lebih intens untuk perubahan yang lebih signifikan.
  • Visual Cues: Selain warna, Anda juga dapat menggunakan ikon atau bentuk lain sebagai visual cues pada waterfall chart. Misalnya, menampilkan ikon panah naik untuk peningkatan dan ikon panah turun untuk penurunan.

3. Menceritakan Kisah dengan Annotations:

  • Highlight Informasi Penting: Gunakan annotations seperti garis, panah, atau teks untuk menyorot informasi penting pada waterfall chart. Misalnya, Anda dapat menambahkan garis untuk menunjukkan target atau menambahkan teks untuk memberikan penjelasan tambahan.
  • Membuat Narasi Visual: Annotations dapat membantu Anda membuat narasi visual yang lebih kuat dan mudah dipahami. Dengan menggabungkan waterfall chart dengan annotations yang tepat, Anda dapat menjelaskan alur perubahan nilai secara lebih efektif.

4. Interaktivitas dan Drill-through:

  • Filter dan Slicer: Gunakan filter dan slicer untuk memfokuskan analisis pada data tertentu dan melihat bagaimana perubahan nilai bervariasi di berbagai kategori atau periode waktu.
  • Drill-through: Fitur drill-through memungkinkan Anda untuk menelusuri data lebih detail pada setiap kategori. Misalnya, jika Anda mengklik blok “Penjualan”, Anda dapat menampilkan laporan lain yang menunjukkan detail penjualan per produk atau per wilayah.

Contoh Penerapan Lanjutan:

  • Analisis Arus Kas: Waterfall chart sangat efektif untuk menganalisis arus kas masuk dan keluar dalam periode tertentu, menunjukkan bagaimana saldo kas berubah dari waktu ke waktu.

  • Analisis Sumber Daya Manusia: Waterfall chart dapat digunakan untuk menganalisis perubahan jumlah karyawan dalam periode tertentu, memperhitungkan faktor-faktor seperti rekrutmen, pemutusan hubungan kerja, dan promosi.

  • Analisis Inventory: Waterfall chart dapat membantu Anda memahami perubahan stok barang dari waktu ke waktu, memperhitungkan faktor-faktor seperti pembelian, penjualan, dan kerusakan barang.

Dengan menerapkan teknik-teknik lanjutan ini, Anda dapat menciptakan waterfall chart yang lebih informatif, interaktif, dan berwawasan luas, membantu Anda mengungkap kisah di balik data dan mengambil keputusan yang lebih baik.

Jika Anda masih bingung menentukan bar chart yang cocok untuk visualisasi Anda, silahkan coba panduan berikut ini:

Panduan Visual Power BI: Waterfall Chart

WATERFALL CHART

Visualisasi "Jembatan" untuk Analisis Perubahan Data

Waterfall Chart

Analisis Jembatan

Menunjukkan efek positif (+) dan negatif (-) pada nilai awal.

Komponen Utama:

  • Pillar: Nilai Awal & Akhir (Total).
  • Floating Block (+): Kontribusi penambah.
  • Floating Block (-): Kontribusi pengurang.

Kapan Harus Digunakan?

Lampu Hijau Jika:

  • Ingin menjelaskan perubahan dari Angka A ke Angka B.
  • Data memiliki komponen positif (pendapatan) dan negatif (biaya).
  • Audit keuangan atau perubahan stok barang.

Lampu Merah Jika:

  • Hanya membandingkan kategori independen (Gunakan Bar Chart).
  • Tidak ada hubungan aritmatika (Penjumlahan/Pengurangan) antar data.
  • Jumlah kategori penyebab terlalu banyak (> 10 item).

3 Skenario Penggunaan Utama

1. Laporan Laba Rugi

Revenue -> Cost -> Net Profit

(Berapa sisa uang kita?)

2. Perubahan Karyawan

Awal Tahun -> Masuk -> Keluar -> Akhir

(Analisis Headcount)

3. Target vs Aktual

Kenapa target tidak tercapai?

(Analisis Varians)

Tips Profesional

JANGAN LAKUKAN
  • Lupa mendefinisikan "Total Akhir" (Power BI butuh setting khusus untuk ini).
  • Menggunakan terlalu banyak kategori rincian sehingga "jembatan" menjadi sangat panjang.
LAKUKAN INI
  • Gunakan warna standar: Hijau (Naik), Merah (Turun), Biru/Abu (Total).
  • Gunakan fitur "Breakdown" di Power BI untuk memecah penyebab kenaikan/penurunan.

Kuis Kelayakan Waterfall Chart

Apakah data Anda cocok untuk dijadikan jembatan analisis?

1 Apakah data Anda memiliki nilai awal dan nilai akhir?

💡 PRO TIP:

Di Power BI, pastikan Anda menaruh kategori penyebab di kolom "Category" atau "Breakdown".

Infografik Interaktif Power BI

Leave a Reply